Biaya USG 2D Serta Rincian Penggunaannya

Sekarang ini, cukup banyak wanita hamil di trimester kedua yang menjadwalkan USG 2D untuk mendapatkan gambaran tentang kondisi janin. Sebenarnya, apa manfaat dan berapa biaya USG 2D?

Sebagai awalan, USG 2D untuk kehamilan merupakan cara yang bagus untuk melihat bagaimana bayi berkembang dan mendapat gambaran tentang kondisi bayi bahwa semuanya berjalan persis seperti yang seharusnya. 

Untuk Siapa USG 2D?

Hampir semua dokter kandungan menggunakan pemindaian ultrasound untuk calon ibu. Bahkan jika sudah mengetahui hari perkiraan lahir (HPL), USG 2D akan memberi konfirmasi lebih rinci karena semua informasi tambahan tentang bayi bisa didapat.

Ini adalah bentuk pemindaian konvensional dan paling tradisional. USG 2D menghasilkan gambar hitam putih yang menampilkan struktur rangka dan organ bayi. Gambar ini memungkinkan dokter mendapatkan semua informasi yang diperlukan untuk memeriksa kesehatan bayi serta jenis kelamin bayi. 

Ultrasonografi 2D adalah gambar datar yang memproyeksikan bayi. USG 2D paling sering digunakan selama kehamilan untuk memastikan bayi sehat dan tumbuh dengan baik, meski juga berguna dalam mendeteksi tumor, polip atau kista di organ utama.

USG 2D menggunakan gelombang suara yang dihasilkan dari transduser. Gambar menghasilkan citra internal yang jelas untuk membantu dokter mendeteksi dan mendiagnosis masalah medis tertentu. Di klinik kehamilan, USG 2D biasa digunakan untuk mengukur ukuran kepala, perut, dan kaki serta memantau detak jantung dan pergerakan bayi. 

Kapan USG 2D Digunakan? 

Sebagian besar pemanfaatan USG 2D dilakukan pada trimester kedua kehamilan, biasanya pada minggu ke-20 tetapi dapat dilakukan kapan saja antara minggu ke-18 dan ke-22. Tapi jika memiliki kondisi yang perlu dipantau (seperti anak kembar), USG bisa saja dilakukan lebih sering. 

Pemindaian dua dimensi (2D) berarti mengirim dan menerima gelombang ultrasound hanya dalam satu bidang. Gelombang yang dipantulkan kemudian memberikan gambar janin yang datar dan hitam putih. 

Memindahkan transduser memungkinkan melihat lebih banyak posisi bayi, dan sebagian besar evaluasi anatomi dan morfologi janin masih dilakukan dengan USG 2D. 

Bagaimana USG 2D Dilakukan?

Selain harus mengetahui biaya USG 2D, sangat disarankan bagi ibu hamil untuk minum air sebelum melakukan USG 2D sehingga memudahkan ultrasound. Ibu hamil diharuskan berbaring dengan perut terbuka, kemudian dioleskan gel lalu alat bernama transduser digerakkan di atas perut. 

Saat gelombang suara yang dipancarkan transduser memantul ke organ internal, komputer mengubahnya menjadi gambar di layar. Untuk mendapatkan penilaian yang paling komprehensif, transduser akan digerakkan dari banyak sudut yang berbeda. 

Ketika posisi bidikan sudah jelas, dokter akan membekukan gambar untuk mengukur bagian tubuh tertentu. Selama pemindaian, beberapa organ penting yang dapat dilihat seperti detak jantung bayi, tulang belakang, dan wajah, lengan, dan kaki. 

Pada momen ini, sangat mungkin melihat bayi mengisap jempol. Pemindaian USG 2D bisa memakan waktu 30 hingga 45 menit, tergantung seberapa kooperatif bayi. 

Apa yang Didapat Dari USG 2D?

Ultrasonografi 2D berfokus pada anatomi janin untuk memastikan semuanya tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya. Bayi akan diukur dari bagian kepala dan organ lain untuk memprediksi beratnya. 

Empat bilik jantung akan diperiksa, ginjal, kandung kemih, perut, otak, tulang belakang, dan kelamin. Dokter akan melihat kadar cairan ketuban, lokasi plasenta, dan detak jantung janin. Pemindaian USG 2D juga memeriksa karakteristik yang dapat mengindikasikan risiko kelainan kromosom. 

Penting untuk diketahui sebelum melakukan pemindaian, sangat jarang bayi menunjukkan gejala tertentu tapi akhirnya mengalami kelainan. Untuk ini, dokter akan memberi tahu apakah USG 2D diperlukan lagi atau tidak. 

Tidak ada risiko signifikan terkait USG 2D, meskipun ada peringatan terhadap paparan ultrasound. Tapi untuk mengantisipasi, dokter hanya akan menjadwalkan beberapa kali saja selama kehamilan.